Wide environmental shot, overcast daylight, a field survey team deploying a resistivity electrode array across open terrain, cable reels and measurement stakes visible in foreground, flat scrubland extending to distant hills, no workers facing camera
Wide environmental shot, overcast daylight, a field survey team deploying a resistivity electrode array across open terrain, cable reels and measurement stakes visible in foreground, flat scrubland extending to distant hills, no workers facing camera
— Dua Fase, Satu Metodologi

Data bawah permukaan menentukan di mana kami bor.

Setiap proyek SUMARA dimulai dengan peta resistivitas dan penampang geologi. Titik bor ditentukan oleh data, bukan perkiraan lapangan.

Close overhead view of a printed geological cross-section and resistivity tomography output spread across a field table, a geophysicist's hand pointing at a low-resistivity anomaly zone, pencil annotations visible on the sheet, overcast natural light
Close overhead view of a printed geological cross-section and resistivity tomography output spread across a field table, a geophysicist's hand pointing at a low-resistivity anomaly zone, pencil annotations visible on the sheet, overcast natural light
/ Fase 1 — Survei Geofisika

Peta resistivitas sebelum rig menyentuh tanah

Tim geofisika kami mengukur resistivitas lapisan batuan menggunakan metode geolistrik. Hasilnya adalah penampang bawah permukaan yang menunjukkan posisi, kedalaman, dan kualitas akuifer.

Klien menerima laporan lengkap — peta kontur, log interpretasi, dan rekomendasi titik bor berkoordinat — sebelum pengeboran dijadwalkan.

Luaran survei: peta resistivitas 2D, penampang geologi interpretatif, koordinat GPS titik bor, estimasi kedalaman akuifer, laporan akhir teraudit.

/ Fase 2 — Pengeboran Tervalidasi

Bor hanya di titik yang divalidasi data

Rig bergerak hanya setelah koordinat titik bor dikonfirmasi dari hasil survei. Kedalaman target, jenis formasi, dan perkiraan debit air sudah diketahui sebelum pengeboran dimulai.

Proses ini memangkas kemungkinan bor kering, meminimalkan biaya mobilisasi berulang, dan menghasilkan sumur dengan produktivitas terukur.

Alur Kerja Terintegrasi

Satu tim, satu metodologi, satu laporan teraudit

Tahap 01
Tahap 02
Tahap 03

Survei & Pemetaan Lapangan

Validasi Data & Pelaporan

Pengeboran & Laporan Akhir

Pengukuran geolistrik di lokasi proyek. Akuisisi data resistivitas, interpretasi penampang, dan penetapan koordinat titik bor.

Laporan survei diserahkan kepada klien sebelum pengeboran. Klien menyetujui titik bor berdasarkan data, bukan asumsi kontraktor.

Pengeboran di titik tervalidasi, diikuti uji debit sumur dan laporan akhir lengkap yang dapat diaudit secara independen.