

Data bawah permukaan menentukan di mana kami bor.
Setiap proyek SUMARA dimulai dengan peta resistivitas dan penampang geologi. Titik bor ditentukan oleh data, bukan perkiraan lapangan.
Peta resistivitas sebelum rig menyentuh tanah
Tim geofisika kami mengukur resistivitas lapisan batuan menggunakan metode geolistrik. Hasilnya adalah penampang bawah permukaan yang menunjukkan posisi, kedalaman, dan kualitas akuifer.
Klien menerima laporan lengkap — peta kontur, log interpretasi, dan rekomendasi titik bor berkoordinat — sebelum pengeboran dijadwalkan.
Luaran survei: peta resistivitas 2D, penampang geologi interpretatif, koordinat GPS titik bor, estimasi kedalaman akuifer, laporan akhir teraudit.


Bor hanya di titik yang divalidasi data
Rig bergerak hanya setelah koordinat titik bor dikonfirmasi dari hasil survei. Kedalaman target, jenis formasi, dan perkiraan debit air sudah diketahui sebelum pengeboran dimulai.
Proses ini memangkas kemungkinan bor kering, meminimalkan biaya mobilisasi berulang, dan menghasilkan sumur dengan produktivitas terukur.
Satu tim, satu metodologi, satu laporan teraudit
Survei & Pemetaan Lapangan
Validasi Data & Pelaporan
Pengeboran & Laporan Akhir
Pengukuran geolistrik di lokasi proyek. Akuisisi data resistivitas, interpretasi penampang, dan penetapan koordinat titik bor.
Laporan survei diserahkan kepada klien sebelum pengeboran. Klien menyetujui titik bor berdasarkan data, bukan asumsi kontraktor.
Pengeboran di titik tervalidasi, diikuti uji debit sumur dan laporan akhir lengkap yang dapat diaudit secara independen.


